Program Hibah Kompetisi Program Studi

Latar Belakang

Program hibah yang dirancang untuk menunjang pengembangan kualitas pembelajaran serta di tingkat program studi telah dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga tahun 2025 melalui Program Hibah Kompetisi Program Studi (PHKPS) Prioritas. Selain program tersebut, program hibah lain guna mendukung kesiapan Prodi untuk mengajukan akreditasi internasional adalah Program Hibah Kompetisi Program Studi (PHKPS) Internasionalisasi. Kedua program tersebut telah membantu Prodi-Prodi penerima hibah untuk mewujudkan lesatan lesatan pengembangan dalam kurun waktu satu windu ke belakang. 

Pada tahun 2026, Universitas Islam Indonesia melalui Direktorat Pengembangan Akademik (DPA) kembali membuka Program Hibah Kompetisi Program Studi dengan tema-tema yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Selain itu, PHKPS Prioritas dan Internasionalisasi dilebur menjadi satu jenis hibah yaitu Program Hibah Kompetisi Program Studi (PHKPS) saja. Terdapat lima (5) tema yang ditawarkan pada program PHKPS tahun 2026. Sebagaimana PHKPS di tahun-tahun sebelumnya, hibah ini mengharuskan Prodi pengusul untuk bukan sekedar merancang serangkaian program untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi namun juga program yang mampu memberikan akselerasi pengembangan Prodi kearah yang lebih maju.

Tema Program

Terdapat lima tema yang dapat diajukan pada PHKPS tahun 2026, yaitu: 

1. Percepatan Masa Studi Mahasiswa 

Aktivitas pada tema ini ditujukan untuk mempercepat masa studi mahasiswa dan mendukung IKU 1 tahun 2025 dari Kemdiktisaintek yaitu Angka Efisiensi Edukasi Perguruan Tinggi dimana salah satu kriterianya adalah mahasiswa tepat waktu yang lulus sesuai masa studi standar program. Indikator keberhasilan dari aktivitas pada tema ini adalah peningkatan masa studi mahasiswa yaitu dengan membandingkan rerata masa studi lulusan di tahun tersebut dengan rerata masa studi di tahun sebelumnya.  

2. Peningkatan Daya Saing Internasional

Pada tema ini, Prodi dapat mengusulkan aktivitas yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing internasional Prodi. Termasuk dalam tema ini adalah internasionalisasi kurikulum prodi, inbound mobilitas mahasiswa asing, dan kuliah tamu dengan mengundang dosen asing. Adapun program mobilitas (outbond) yang melibatkan pengiriman dosen dan mahasiswa ke luar negeri tidak termasuk dalam aktivitas tema ini. Perlu diperhatikan bahwa beban anggaran PHKPS tidak diperuntukkan untuk biaya registrasi akreditasi internasional prodi. Indikator utama keberhasilan dari aktivitas dari tema ini adalah peningkatan daya saing internasional yang dapat dibuktikan dengan dokumen.

3. Pematangan Persiapan Menuju Akreditasi Nasional dan/atau Internasional 

Tema ini khusus diperuntukan bagi Prodi yang akan mempersiapkan re akreditasi nasional dan/atau internasional. Tujuan utama tema ini adalah membantu Prodi tersebut untuk mengoptimalkan aspek-aspek yang akan dinilai pada pengajuan akreditasi nasional dan/atau internasional. Beberapa indikator yang termasuk dalam aktivitas di tema ini adalah tersedianya dokumen analisis kelengkapan data akreditasi, tersedianya dokumen evaluasi diri sesuai dengan standar akreditasi yang diacu, serta terkirimnya dokumen evaluasi diri pada lembaga akreditasi yang dituju.

4. Optimasi Pembelajaran di Luar Kampus dengan Mitra 

Tujuan utama dari tema ini adalah adanya aktivitas pembelajaran yang terstruktur di luar kampus dengan mitra yang telah memiliki MoU atau MoA aktif (segala bentuk inisiasi kerjasama tidak terfasilitasi di PHKPS 2026). Aktivitas pada tema ini hendaknya bersifat pengembangan dari aktivitas yang sebelumnya telah ada. Sehingga, indikator keberhasilan aktivitas pada tema ini adalah peningkatan kualitas dan kuantitas dari program pembelajaran di luar kampus. Tema ini sesuai dengan IKU 3 tahun 2025 dari Kemdiktisaintek yaitu Persentase Mahasiswa S1 dan D4/D3/D2/D1 Berkegiatan di Luar Program Studi. Adapun kriteria kegiatan sesuai IKU 3 tahun 2025 yang bisa diusulkan di tema ini adalah: 

  • Magang atau praktik kerja: Kegiatan magang di sebuah perusahaan, yayasan nirlaba, organisasi multilateral, institusi pemerintah, maupun perusahaan rintisan/startup. 
  • Program mahasiswa berdampak: Program sosial/pengabdian kepada masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat di pedesaan atau daerah terpencil dalam membangun ekonomi rakyat, infrastruktur, dan lainnya.
  • Pertukaran pelajar: Mengambil kelas atau semester di perguruan tinggi dalam negeri, berdasarkan perjanjian kerjasama yang sudah diadakan antar perguruan tinggi atau pemerintah.
  • Penelitian atau riset: Kegiatan riset akademik, baik sains maupun sosial humaniora, yang dilakukan di bawah pengawasan dosen atau peneliti.

5. Tema Khusus untuk Prodi Baru yang mencakup:

  • Persiapan dan percepatan proses akreditasi mandiri (pertama)
  • Promosi/penguatan branding/menempatkan posisi Prodi di eksternal

Adapun beberapa bentuk/contoh aktivitas yang dapat diusulkan (tidak membatasi):

  • Pembuatan video profil dan konten promosi,
  • Pemenuhan dokumen pembelajaran seperti silabi dan RPS,
  • Pembuatan prosedur dan (percepatan) implementasi tesis (khusus Prodi Magister),
  • Pembuatan konten pembelajaran terstruktur (khusus Prodi PJJ).

Setiap tema dapat diwujudkan dalam beberapa aktivitas dengan cacah kegiatan paling banyak 3 aktivitas. Untuk tiap-tiap tema terpilih, Prodi wajib mencantumkan indikator keberhasilan dan rencana keberlanjutan dari aktivitas yang diajukan.

Pengusul

PHKPS tahun 2026 terbuka untuk semua program studi mencakup program diploma, sarjana terapan, sarjana, profesi, magister, dan doktor yang telah memiliki dokumen kurikulum yang mengacu pada Peraturan Rektor No. 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Universitas Islam Indonesia 2019. Setiap program studi berhak mengusulkan satu proposal PHKPS yang berisi usulan program maksimal pada tiga (3) tema yang ditawarkan. Khusus tema (5) hanya bisa diusulkan oleh Prodi baru dengan syarat: 1) batasan maksimum tahun ke-2 dari pendirian dan/atau yang belum memperoleh akreditasi mandiri, serta 2) di akhir tahun ke-2 harus submit dokumen untuk akreditasi pertama kali.

Besaran Dana Hibah

Program studi diharuskan mengajukan proposal yang mencakup aktivitas pengembangan sesuai dengan kebutuhan, kapasitas dan kondisi program studi yang didasari oleh hasil evaluasi diri, khususnya terkait dengan fokus program yang diajukan. Setiap Prodi di lingkungan Universitas Islam Indonesia memiliki hak untuk mengajukan PHKPS dengan usulan maksimal di tiga (3) tema dengan pembiayaan keseluruhan maksimal Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) dan untuk masing-masing tema pembiayaan maksimal Rp75.000.000, – (tujuh puluh lima juta rupiah).  

Hubungi
Direktorat Pengembangan Akademik UII

Informasi terkait layanan Direktorat Pengembangan Akademik Universitas Islam Indonesia silakan menghubungi dengan alamat sebagai berikut:

Telepon: (0274) 898444 ext: 1311
Surel: [email protected]

Linimasa

No Tahapan Jadwal
1 Pembukaan program 9 Februari 2026
2 Batas pengumpulan proposal 5 Maret 2026 pukul 23:59 WIB
3 Desk evaluation 6 Maret 2026
4 Seleksi (presentasi oleh prodi pengusul) 9-10 Maret 2026
5 Pengumuman lolos tahap nego costing 11 Maret 2026
6 Negocosting 12-13 Maret 2026
7 Tandatangan kontrak hibah & pengumpulan revisi bagi prodi penerima hibah 1 April 2026
8 Pelaksanaan hibah Maret – November 2026
9 Cut off Anggaran Tengah 20 Juli 2026
10 Monev Tengah 20-24 Juli 2026
11 Cut off Anggaran Akhir 23 November 2026
12 Monev Akhir Hibah 24-27 November 2026
13 Batas pengumpulan perbaikan laporan akhir 4 Desember 2026

Informasi: (Informasi akses tautan menggunakan email UII).

Direktorat Pengembangan Akademik
Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Office : (0274) 898444 ext: 1311
Email : [email protected]

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.